Mengenal Fungsi Dan Kegunaan Pompa Air

Air adalah salah satu sumber daya masyarakat, karena air salah satu kebutuhan rumah tangga yang sangat penting. Pada umum nya air digunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya seperti makan atau minum dan juga untuk sanitasi seperti mandi, cuci, kakus, dan sumber air yang diperlukan rumah tangga didapat langsung dari sumber air yang digali yang biasa kita sebut sumur, ataupun pasokan air dari PDKM, untuk mengalirkan sumber air secara merata keseluruh area rumah melalui tengki air, keran air,dan kamar mandi dan untuk mengalirkan saluran air maka diperlukan tekanan air yang cukup. Untuk itulah kita menggunakan seperti alat bantu yang dinamakan pompa air.

Pengertian pompa air secara umum adalah alat yang digunakan untuk memindahkan cairan atau (fluida) Dari suatu tempat ketempat lain melalui saluran (pipa) dengan menggunakan tenaga listrik untuk mendorong air yang dipindahkan dengan cara menaikan tekanan cairan tersebut untuk mengatasi hambatan pengaliran, dan hambatan pengaliran itu dapat berupa perbedaan tekanan, perbedaan ketinggian atau hambatan gesek. Pada prinsipnya, pompa air mengubah energi mekanik motor, menjadi energi aliran fluida. Energi yang diterima oleh fluida akan digunakan untuk menaikan tekanan dan mengatasi tahanan – tahanan yang terdapat pada saluran yang dilalui.

Pompa air memiliki dua kegunaan :
1. Memindahkan cairan dari satu tempat ketempat lainnya, misalnya air dari aquifer bawah tanah ketengki penyimpanan air.
2. Mensirkulasikan cairan sekitar sistem, misalnya air pendingin atau pelumas yang melewati mesin dan peralatan.

Pompa air juga dapat digunakan pada proses yang membutuhkan tekanan hidraulik yang besar. Hal ini bisa dijumpai antara lain pada peralatan berat dalam operasi mesin peralatan berat membutuhkan tekanan discharge yang besar dan tekanan hisap yang rendah akibat tekanan yang tinggi pada sisi discharge akan memaksa fluida untuk naik pada ketinggian yang diinginkan dan pompa air dapat bekerja setelah mesin dihidupkan sebeb pompa air bekerja melalui bantuan V-belt, adapun disini funsi v-belt adalah untuk menggeraka kipas yang mengalirkan air keseluruh rongga – rongga mesin. Salah satu yang terjadi kerusakan pada pompa air adalah putusnya benda yang berfungsi menggerakan kipas.
Berikut ini yang biasanya terjadi gejala- gejala kerusakan pada pompa air:
1. Mesin cepat panas
2. Seal pada pompa air mengalami kebocoran
3. Air pada radiator cepat habis
4. Timbul bunyi berdecit pada mesin pompa air

Berikut ini adalah 3 kangkah cara memeriksa dan menangani kerusakan pada pompa air:
1. Lakukan pemeriksaan pada mesin yang sudah dingin , jika tidak terdapat aliran air pada lubang radiator menandakan pompa air air mengalami kerusakan
2. Kerusakan pompa air yang terjadi biasanya pada bagian bearing akan menimbulkan suara berdecit ketika sedang dinyalakan
3. Mengecek air radiator akan cepat habis apabila terjadi kerusakan pada seal

Pompa air secara umum dapat di Klarifikasi menjadi 2 bagian yaitu pompa air kerja positive, positive displacement pump dan pompa air kerja dinamis non positive displacement pump.

Pompa air kerja positif ( Positive Displacement Pump )
Disebut dengan pompa air aksi positif energi mekanik dari putaran proses pompa diubah menjadi energi tekanan untuk memompakan cairan atau fluida. Pada pompa air jenis ini biasanya menghasilkan head yang tinggi tetapi kapasitas yang dihasilkan rendah . contohnya: pompa air putar ( Rotary), secara umum cara kerja pompa air rotary pumps adalah sebagai nerikut. Berputarnya elemen dalam rumah pompa menyebabkan penurunan tekanan pada saluran hisap, sehingga terjadi aliran dari sumber air masuk kerumah pompa, cairan tersebut akan mengisi ruang kosong yang ditimbulkan oleh elemen – elemen yang berputar dalam rumah pompa air tersebut, cairan terperangkap dan ikut berputar pada saluran pompa terjadi pengecilan rongga, sehingga cairan keluar lebih sedikit. Berikut ini adalah macam- macam pompa air positive displacement tipe rotary:

1. Pompa roda gigi luar
Pompa ini merupakan jenis pompa rotari yang paling sederhana. Apabila roda gigi berpisah pada sisi hisap, cairan akan mengisi ruangan yang ada di antara gerigi tersebut. Kemudian cairan ini akan dibawa berkeliling dan ditekan keluar apabila giginya bersatu lagi. Untuk penggunaan gear pumps yaitu , untuk mencegah terjadinya kemacetan dan aus saat pompa digunakan maka zat cair yang dipompa tidak boleh mengandung padatdan tidak bersifat korosif. Pompa air penggigian luar banyak digunakan untuk memompa minyak pelumas atau cairan lain yang mempunyai sifat pelumas yang baik.

2. Pompa cuping (lobe pump)
Pompa lobe dapat digunakan untuk memompa cairan yang kental dan mengandung padatan . pemilihan dua rotor lobe cocok digunakan untuk cairan padat yang relative kasar dengan kontinyuitas kecepatan aliran yang tidak halus.

3. Pompa luar gigi dalam
Pompa Jenis ini mempunyai rotor yang mempunyai gerigidalam yang berpasangan dengan roda gigi kecil dengan penggigian luar yang bebas idler. Sebuah sekat yang berbentuk bulan sabit dapat digunakan untuk mencegah cairan kembali ke sisi hisap pompa.

4. Pompa sekrup ( Screw pump )
Pompa jenis ini hanya dapat digunakan untuk tekanan pada saluran kempa lebih rendah dari tekanan pada saluran hisap dan bila zat cair yang dipompa mempunyai kekentalan tinggi pada keadaan kering pompa ini tidak dapat menghisap sendiri sehingga sebelum digunakan pompa ini harus terisi cairan yang akan dipompa.

5. Pompa baling geser ( sliding vane pump )
Pompa berporos tunggal yang didalam rumah pompa tunggal yang didalam rumah pompa berisi sebuah rotor berbentuk silinder yang mempunyai alur – alur lurus pada kelilingnya.

Pompa air Sentrifugal ( Dynamic pump / Sentrifugal Pump )
Merupakan pompa air yang memiliki elemen utama sebuah motor dengan impeler bekerja dengan kecepatan tinggi. Pompa air jenis ini banyak dipergunakan pada peralatan marine atau kapal laut untuk membuang air dari dok secara cepat sehingga volume air yang bergerak secara memutar dapat terlempar dari outlet air.

Mesin biasanya mempunyai bagian-bagian yang terdapat didalamnya terdiri dari:

1. Motor utama pompa air
Bagian ini merupakan bagian utama dari sebuah pompa air dengan menggunakan motor tersebut, sebuah pompa air baik yang jenis sentrifugal maupun rotari dapat berfungsi

2. Valve
Bagian ini berfungsi untuk memisahkan bagian isap dan bagian pompa air, sehingga terjadi perbedaan tekanan dan pemisahan air. Selain terdapat dalam ruang compresi mesin jenis tertentu. Valve ini juga terdapat pada ujung pipa untuk menjaga agar ruangan pompa air terus terisi air dan tidak diisi oleh udara. Valve juga dapat dipergunakan untuk melakukan pengendalian terhadap tekanan pompa air agar terhindar dari kerusakan secara otomatis.

3. Saklar otomatis pompa air
Bagian ini bertugas melindungi pompa dari kelebihan beban. Pada keadaaan tertentu, air pada bagian output air akan tertutup atau memiliki beban yang sangat besar. Kondisi tersebut dapat menimbulkan kerusakan motor jika dibiarkan . Untuk melindungi pompa air dari kerusakan terdapat sebuah saklar otomatis pada semua jenis pompa air merupakan contoh bentuk saklar otomatis yang banyak dipergunakan pada pompa iar jenis sanyo.

4.Kapasitor
Terdapat sebuah kapasitor yang bertugas membantu start motor penggerak.

5. Tangki penampung
Tangka penampung berfungsi untuk menampung air sementara waktu agar pompa tidak hidup dan mati setiap saat. Kita hanya memutar air di keran sehingga penggunaan listrik menjadi lebih hemat dan pompa air menjadi lebih awet karena tidak terus menerus mengalami tekanan besar dalam waktu singkat.

Jenis pompa air yang kamu pilih akan sangat menentukan kualitas air yang kemudian dihasilkan untuk pemakaian setiap hari, karena air adalah sumber kehidupan yang kita gunakan untuk kebutuhan sehari – hari. Jadi sebelum kamu membeli pompa air pahami dahulu setiap jenisnya agar sesuai dengan kebutuhan. Prinsipnya, perbedaan jenis mesin akan menghasilkan perbedaan kinerja terhadap daya sedot dan daya dorong air. Sehingga, pemilihan jenis pompa air yang tidak tepat akan mempengaruhi kualitas mesin pompa airnya sendiri.

Sebab itulah kenapa kamu harus menyesuaikan jenis pompa air yang kamu pilih dengan kedalaman sumurny, supaya kualitas mesin tetap terjaga dengan baik dan terus berfungsi maksimal, sehingga tidak mudah rusak. Jadi lebih baik pahami dulu jenis pompa air yang banyak digunakan diranah rumah tempat tinggal kita .

Terdiri dari 5 jenis pompa air yang banyak digunakan :

1. Pompa air sumur dangkal
Jenis pompa air ini biasanya hanya digunakan untuk penggunaan ringan. Daya sedot yang dimiliki pompa air sumur dangkal ini maksimal hanya mencapai ketinggian 7 meter dari posisi pompa air, untuk menghitung kedalaman air sumur, kamu harus melakukannya pada saat musim kemarau. Jika kamu ingin mengetahui daya dorong mesin pompa ini, biasanya informasinya dijelaskan dalam istilah suction head, sedangkan untuk informasi daya dorong mesin , kamu bisa membacanya didalam tulisan sischarge head.

2. Pompa air sumur dalam
Dari semua jenis yang ada ini adalah mesin pompa air terbaik yang bisa kamu pilih. Pompa air sumur dalam pada umumnya terdiri dari dua jenis: Semi jet pump dan Jep pump. Jenis pompa air semi jet pump. Jenis pompa air semi jet pump digunakan untuk sumur yang memiki kedalaman air hingga 11 meter dan tinggi 9 meter. Sedangkan mesin jet pump biasanya digunakan untuk sumur yang sangat dalam dengan kedalaman maksimal 20 meter. Perbedaan keduanya terletak pada daya sedot dan daya dorong mesin yang disesuaikan dengan jenis dan fungsinya. Jadi jika kamu ingin kinerja mesin lebih maksimal, kamu juga harus memperhatikan sambungan dan jalur pemasangan mesinnya.

3. Pompa air diesel
Jenis pompa air ini memang jarang sekali digunakan untuk keperluan rumah tangga. Biasanya, jenis pompa air diesel ini digunakan untuk keperluan pertanian atau perkebunan. Dan cara kerjanya cukup berbeda karena mesin ini menggunakan bahan bakar bensin atau solar. Keuntungan mesin pompa air diesel adalah dayanya yang bisa digunakan untuk menyedot air dalam jumlah besar.

4. Pompa air celup
Jenis pompa air ini mungkin lebih sering digunakan sebagai mesin pompa pada aquarium, sesuai dengan namanya mesin pompa air ini memang digunakan dengan cara dicelupkan kedalam air dan cara kerjanya hampir sama seperti mesin pompa air ini digunakan dengan cara dicelupkan kedalam air. Pompa air celup berfungsi untuk menyedot air yang mengalirkan ke dalam alat penyaring air dan cara kerjanya hampir sama seperti mesin pompa air pada umumnya yang yang memanfaatkan daya centrifugal dari kipas. Dan mesin pompa air ini memiliki banyak jenis, namun rata- rata hanya berfungsi untuk kedalaman air maksimal 5 meter.

5. Pompa air booster
Pompa air jenis ini penggunaannya cukup berbeda dengan mesin pompa air lainnya pompa air booster tidak memiliki daya hisap pada umumnya yang digunakan hanya sebagai pendorong air saja, Pemasangannya pun harus di dalam sumber air, sehingga biasanya pompa air ini dipasang ditengah instalasi pipa. Biasanya booster pump digunakan untuk mendorong distribusi air pada tondon air yang posisinya cukup tinggi, jadi fungsi utama pompa air booster ini memang hanya sebagai pendukung daya dorong saja.