Cara memilih pompa air sesuai kebutuhan

Jenis Pompa Air Secara Otomatis dan Manual
Pemasangan mesin pompa air ada 2 cara sistem pemasangan atau instalasi pompa air pertama kita pasang dengan cara manual dan kedua kita psang dengan cara otomatis. Berikut pengertian pemasangan secara manual adalah untuk menghidupkan dan mematikan sebuah mesin pompa air, dilakukan dengan menggunakan tangan manusia, sedangkan pengertian otomatis adalah untuk menghidupkan atau mematikan sebuah mesin pompa air dilakukan menggunakan sebuah alat atau sensor. Pemasangan pompa air dengan cara otomatis dapat menggunakan sensor tekanan atau pressure switch dan keduanya dapat meggunakan level switch ( pelampung ), kedua alat ini berbeda dalam hal pemasangannya, namun mempunyai tujuan atau fungsi yang sama. Pressure switch dipasang pada tabung air yang melekat pada pompa, sedangkan level switch dipasang didalam tengki air. Lain halnya dengan pemasangan pompa air menggunakan secara manual . Stecker ( Colokan ) mesin pompa air langsung dihubungkan ke jala – jala atau melaui saklar terlebih dahulu tanpa mengunakan alat tambahan untuk pendeteksianya dilakukan dengan cara visual, saat bak mandi atau tanki air sudah penuh atau pompa sudah tidak digunakan, tentunya kedua sistem diatas memiliki keuntungan dan kerugian dalam beberapa hal , namul hal ini terjadi ketujuan awal atau didasarkan pada kondisi yang ada dengan mempertimbangkan tingkat ekonomis, praktis, dan efisien.

Faktor Daya Listrik
Semakin kuat daya hisap sebuah pompa air semakin besar pula daya listrik yang dibutuhkan,misalnya pada pompa air Jet Pump rata- rata lebih dari 250 watt sampai 500 watt, dan untuk kondisi stabil berkisar 500 watt sampai 900 watt untuk starting, yang tentunya sangat memboroskan daya listrik sehingga akan bertambah banyak biaya pembayaran yang lebih boros, dan apabila tempat tinggal kita memiliki sumur dangkal sebaiknya kita berhemat dengan membeli pompa air sumur dangkal yang tettunya memiliki daya lebih rendah dibanding Jet Pump yang memiliki daya tinggi meskipun daya hisap air lebih lemah.

Faktor Harga Barang
Sebelum kita membeli sebuah pompa air ,tentunya kita harus menyesuaikan dengan budget yang kita punya, karena semakin bagus kualitas pompa air, dan dalam daya hisap sumber air maka semakin besar budget yang kita keluarkan, karena kwalitas barang meliputi bahan – bahan yang dipakai, terutama kualitas lilitan motor. Jenis dan tipe lilitan motor apakah pompa air tersebut menggunakan tembaga murni atau alumunium. Selain itu kita harus perhatikan kelengkapan komponen seperti otomatis dan perhitungan air dan lebih banyak lagi faktor lain seperti suku cadang yang diperlukan. Pada pompa air yang berkualitas biasanya menggunakan suku cadang yang lebih kuat dan tahan lama misalnya pada bagian impeller. Impeller yang digunakan untuk pompa air berkualitas biasanya menggunakan nahan seperti logam sejenis stanles sehingga impeller tidak mudah patah sedangkan pada pompa air biasa, biasanya impeller menggunakan bahan seperti plastik dan membuat impeller mudah patah dan retak, terutama untuk pompa air jenis semi jet dan jet pump.

Ketinggian Tower
Selain itu kita juga harus mengetahui berapa ketinggian air yang akan disalurkan dan untuk itu anda perlu perhatikan daya dorong pompa air, karena biasanya daya dorong akan mempengaruhi kedalaman hisapannya, semakin pendek daya hisap maka semakin jauh daya dorongnya. Maka dari itu usahakan untuk menempatkan mesin pompa air dengan sumber air atau sumur serendah-rendahnya.

Suara Pompa Mesin Air
Untuk suara mesin pompa air terkadang ada yang bersuara kasar, sehingga bisa terjadi kemungkinan pompa air mengering dan tidak ada pelumas, tetapi bisa juga pemasangan laker agak miring.