Perayaan Natal di Indonesia

Indonesia merupakan negara Asia tenggara yang di lintasi garis khatulistiwa dan berbeda di antara benua Asia dan Australia. Indonesia mempunyai 17.504 pulau dengan populasi lebih dari 263.846.946 juta jiwa di tahun 2016. Mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia dan berpenduduk terbesar ke empat di dunia.

Sebagai negara yang mempunyai 16.5 juta pemeluk Kristen dan 6.9 pemeluk agama Katolik, Indonesia juga terdiri dari beragam suku yang menjadikanya negara yang kaya akan budaya. Dalam hal ini tentunya ada ciri khas tersendiri dalam merayakan hari – hari besarnya di setiap daerah. Seperti hanyal perayaan Natal, perayaan Natal di Indonesia tentu berbeda dengan daerah yang satu dengan daerah yang lainya. Coba simak beberapa perayaan Natal yang ada di Indonesia :

1. Natal di Bali
Mayoritas agama utama yang ada di Bali adalah Hindu, namun bukan berarti pemeluk Kristen di Bali tidak mempunyai tradisi untuk merayakan Natal. Di Bali mempunyai ciri khas dalam merayakan Natalnya dengan memakai pakaian khas daerah mereka, seperti kebaya, kain dan warna dominasi yang sering digunakan adalah warna hitam dan putih dihiasi dengan ukiran khas Bali di sisi kainya.

2. Natal di Jakarta
Di Jakarta sendiri terdapat Kampung Tugu, tempat bermukimnya komunitas warga keturunan portugis. Nah disini ada tradisi untuk merayakan Natal yang disebut “Rabo-Rabo” tradisi Rabo – Rabo sendiri dilakukan setelah semua jamaat selasai melakukan ibadah kebaktian. Warga biasanya berziarah ke pemakaman yang letaknya tidak jauh dari lokasi Gereja, sambal bermain music keroncong berkeliling kampung dan mengunjungi keluarga.

3. Natal di Manado
Masyarakat yang ada di Manado mempunyai tradisi ibadah dimulai sejak 1 Desember sampai hari Natal tiba. Selama masa ini para pejabat pemda melakukan safari Natal, setiap harinya meraka mengikuti ibadah di setiap kecamatan yang berbeda. Pada tradisi ini biasanya kuburan dibersihkan dan ditambahkan hiasan. Dalam rakaian terakhirnya ditutup dengan tradisi kunci taon, dalam tradisi ini warga melakukan pawai keliling dengan menggunakan kostum-kostum lucu.

4. Natal di Yogjakarta
Siapa yang tidak kenal dengan kota yang satu ini. Kota yang banyak mempunyai nuansa budaya dan dijululi kota pelajar juga mempunyai tradisi unik dalam menyambut perayaan Natal. Dalam tradisi ini biasanya pendeta memimpin ibadah dengan memakai beskap dan blangkon serta menggunakan Bahasa jawa halus. Pada tanggal 25 Desember tepat di tanggal perayaan Natal diadakan pertunjukan wayang kulit. Selanjutnya tradisi mirip seperti pada saat lebaran, yaitu mengunjungi sanak saudara dan untuk anak kecil membawa angpau sehabis mengunjungi saudaranya.

5. Natal di Sumatra Utara
Di Sumatra Utara mengenal tradisi “Marbinda” untuk perayaan Natal. Pada Tradisi ini masyarakat melakukan penyembelihan hewan yang dilakukan secara Bersama – sama pada saat perayaan Natal. Hewan yang disembelih pun adalah hewan dari hasil menabung masyarakat yang di kumpulkan di bualan sebelum perayaan Natal. Di saat perayaan dilangsungkan masyarakan melakukan “marhobas”, yaitu pemotongan hewan dari hasil patungan tersebut.