Tips pembuatan sumur bor

sebelum anda membuat sumur bor anda harus memperhatikan beberapa hal penting sebelum membangun sumur bor. yang perlu anda perhatikan yaitu lokasi penentuan sumur, pemilihan jarak yang tepat, konsturksi tanah, dan konstruksi sumur.
lokasi sumur.

1. lokasi sumur
Pertama adalah penentuan lokasi sumur. Anda tidak boleh membuat sumur didekat wc karena kualitas air disekitar wc biasanya sudah terkontaminasi. Anda harus memilih jarak yang tepat agar air yang anda dapatkan benar-benar merupakan air yang sangat berkualitas baik.

2. jarak yang tepat
Kedua, konstruksi sumur sebaiknya benar-benar diperhatikan agar memenuhi syarat. menetukan lokasi penempatan sumur sangat berpengaruh kepada hasil air yang nantinya akan dihasilkan.

3. konstruksi tanah
Ketiga, anda sebaiknya membuat tembok bagian atas setinggi tiga meter agar tidak ada rembesan air yang masuk kedalam sumur. Jika tanahnya berpasir, sebaiknya anda memilih jarak 7.5 meter dari toilet anda untuk membuat sumur. Jika tanahnya tidak berpasir maka jarak 5 meter anda bisa membuat sumur.

4. konstruksi sumur
Keempat, dibagian atas sumur, sebaiknya anda membuat penutup sumur agar sumur bor anda tidak kemasukan kotoran yang akan mempengaruhi kualitas air anda. Kelima, anda bisa menggunakan kaporit untuk membunuh bakteri dan kuman yang ada di dalam sumur anda.

Untuk mendapatkan air yang bersih, orang-orang biasanya membuat sumur dengan cara menggali tanah. Tetapi tidak semua tanah bisa langsung mengeluarkan air jika digali. Dengan kedalaman yang bervariasi kita baru bisa memperoleh air bersih yang layak dipergunakan atau bahkan bisa juga dikonsumsi. Tanah dataran tinggi tentu berbeda kedalamannya dengan tanah dataran rendah. Jika tanah dataran rendah dengan kedalaman 6-10 meter sudah bisa mengeluarkan air, kalau tanah dataran tinggi bisa lebih dari 10 meter, baru bisa mengeluarkan air.

Kalau di desa-desa kita masih banyak melihat sumur-sumur tradisional yang dibuat dengan diameter yang agak besar, kemudian dinding-dindingnya ditembok agar tanahnya tidak longsor ataupun berjatuhan kedalam air. Cara penggunaanya juga masih dengan cara yang tradisional dengan menggunakan katrol dan ember yang ditarik memakai karet ban yang panjang. Penggunaannya juga masih dengan cara manual, yaitu ditarik oleh tenaga manusia (sebagian orang menyebutnya sumur timba).

Saat ini kita bisa membuat sumur bor dengan cara yang lebih praktis dan efisien, dengan menggunakan pipa-pipa yang dibor kedalam tanah sampai mendapatkan air yang bersih yang kita inginkan. Setelah didapatkan sumber air dari dalam tanah, kemudian kita sedot dengan pompa air listrik dan air yang keluar disalurkan lagi dengan menggunakan pipa-pipa sampai ke kamar mandi, wastafel dan tempat lainnya yang dibutuhkan.

Sumur bor tidak seperti sumur timba (sumur tradisional). Kalau sumur timba (sumur tradisional) memakan tempat yang lebih besar, karena diameter lubang galian sumur timba lebih besar, sedangkan sumur bor hanya sebesar pipa peralon saja, karena alat yang ditancapkan untuk mengebor kedalam tanah hanya pipa peralon saja. Dengan demikian sumur bor lebih otomatis, lebih efisien waktu dan tenaga.
Untuk mendapatkan sumber air yang baik, seorang ahli sumur bor harus mengetahui struktur tanah serta lapisan-lapisannya, agar tidak terjadi kegagalan dalam pengeboran nantinya. Semakin dalam pengeboran, air yang didapatkan akan semakin bagus, karena kemungkinan sudah tidak tercemar oleh air resapan yang ada di sekitarnya.