mengatur on-off pressure pada mesin pompa air

 

Kita bahas terlebih dahulu prinsip dasar inter-koneksi mesin pompa air seperti gambar berikut ini

dabcarakerjaotomatis

Gambar diatas menjelaskan bahwa pompa air tersambung ke listrik dengan kabel Q. kemudian bagian bawah pompa air tersebut terhubung dengan pipa penyedot air ke dalam sumur (Pipa S1). Sedangkan keluaran pompa adalah yang ke bagian kanan terhubung dengan kran air M (pipa S2). Tentu bisa juga keluaran pompa ini terus masuk ke toren air yang biasa ditaruh di atas rumah.

Untuk menjelaskan prinsip kerja pressure switch R, kita asumsikan bahwa pipa keluaran air S2 hanya terhubung ke kran air M, dan ujung paling kanan buntu. Jadi hanya kran M satu-satunya jalan keluar air.
Tekanan tinggi tentu berbahaya karena dapat menyebabkan mesin pompa panas dan kebakaran. Untuk mengatasi hal tersebut, maka diberilah pressure switch R yang berfungsi sebagai katup pengaman. Jika kran M ditutup sedangkan saklar Q masih On, maka tekanan dalam pompa meningkat, Sensor tekanan pada R akan mendeteksi ini. Jika tekanan melebihi level tertentu, maka saklar R akan memutus aliran listrik ke Q. Dengan demikian pompa berhenti bekerja. Pompa berhenti bekerja maka tekanan dalam pompa tidak meningkat lagi.Jika saklar Q dikontakkan ke listrik, maka pompa air bekerja menghisap air dari sumur. Jika kran air M dibuka, maka air akan mengucur pada keluaran kran di titik P. Namun jika kran air M ditutup, sedangkan saklar Q masih on, maka air yang terus terhisap dari sumur akan memenuhi pompa dan menyebabkan tekanan yang tinggi dalam pompa (B).

Jika dalam kondisi ini, kran air M dibuka, maka air akan keluar dari keran tersebut, tekanan dalam pompa akan turun. Penurunan tekanan ini dideteksi oleh R. Jika tekanan lebih rendah dari suatu level, maka switch R akan mengontakkan kontak listrik Q lagi, dan pompa hidup lagi menyedot air dan menyalurkannya keluar lewat kran M.

Jika kran M ditutup lagi, maka tekanan dalam pompa meningkat lagi kemudian switch R kembali memutus listrik dan pompa berhenti lagi bekerja. Demikian seterusnya. Sekarang jika keluaran air dari pipa S tidak ke kran namun ke toren, tentu kita tidak terlalu memerlukan kran R, karena biasanya kita ingin pompa bekerja selama saklar Q kita kontakkan. Jika toren penuh, saklar Q kita matikan.Untuk itu kita perlu matikan kerja saklar R.

Bagaimana caranya ternyata sederhana saja.

Pertama kita cari dulu pressure switch pada pompa air kita. Pada contoh mesin pompa air di bawah, pressure switch berada di bagian kiri bawah ditutup sama penutup plastik berbentuk tabung.

otomastispadamesindabindonesia

X : pressure switch

Setelah itu kita buka penutup tersebut, dan kita peroleh rangkaian seperti di bawah.

rangkaianotomatisdabindonesia

Pada rangkaian di atas, terdapat mur yang dapat diputar dengan obeng – . Jika diputar ke arah 2, maka pressure switch menjadi sensitif, artinya tekanan sedikit saja maka saklar akan off. Jika diputar ke arah 1, maka pressure switch menjadi kurang sensitif, artinya tekanan tinggi juga dia belum akan off.

 

Untuk keperluan kita, kita putar ke arah 1, dengan demikian saklar akan selamanya hidup selama saklar ke listrik Q on.

 

 

error: Content is protected !!